Laksana embun,
Dekapannya menyusupkan kesejukan
Laksana rinai,
Hadirnya menumbuhkan benih benih kehidupan
Laksana intan,
Kilaunya melenyapkan nestapa
Bahunya bukan baja,
Namun disanalah tertopang sebuah tanggungjawab besar
Tangannya bukan besi,
Namun di sanalah digenggam segala kewajiban
Kakinya bukan roda
Namun disanalah kilo demi kilo ditempuh untuk menjemput kebahagiaan
Waktu telah bersaksi
Bahwa
Di balik wajah lesunya, pernah terpasang kegagahan
Dibalik tubuh kurusnya, pernah berdiri sosok yang kekar
Malam telah melihat
Betapa tidurnya tak senikmat para raja
Ada cinta yang selalu terbayang
Ada kesetiaan yang selalu ia jaga agar tak beranjak
Ribuan cobaan telah menghujam batinnya
Namun Cinta dan amanah selalu melapangkan jiwanya
Meski terkadang lelah, ia tetap setia
Ayah,
Dalam rindu wajahmu terbayang
Mampukah ku usap sedikit saja peluh yang kau tumpahkan?
Ayah,
Dalam hening suaramu terngiang,
Tak terdengar gombalan manis bersayutan,
Hanya ada doa yang teruntai,
Asa yang membumbung
Dan harapan yang melangit
Dan semua itu untukku.
Ayah,
Semua akan berakhir dengan peristirahatan terindah.

Komentar
Posting Komentar