Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

DIA

Laksana embun, Dekapannya menyusupkan kesejukan Laksana rinai, Hadirnya menumbuhkan benih benih kehidupan Laksana intan, Kilaunya melenyapkan nestapa Bahunya bukan baja, Namun disanalah tertopang sebuah tanggungjawab besar Tangannya bukan besi, Namun di sanalah digenggam segala kewajiban Kakinya bukan roda Namun disanalah kilo demi kilo ditempuh untuk menjemput kebahagiaan Waktu telah bersaksi Bahwa Di balik wajah lesunya, pernah terpasang kegagahan Dibalik tubuh kurusnya, pernah berdiri sosok yang kekar Malam telah melihat Betapa tidurnya tak senikmat para raja Ada cinta yang selalu terbayang Ada kesetiaan yang selalu ia jaga agar tak beranjak Ribuan cobaan telah menghujam batinnya Namun Cinta dan amanah selalu melapangkan jiwanya Meski terkadang lelah, ia tetap setia Ayah, Dalam rindu wajahmu terbayang Mampukah ku usap sedikit saja peluh yang kau tumpahkan? Ayah, Dalam hening suaramu terngiang, Tak terdengar gom...

Hijrah in Kajang

Tradisi 25 Ramadhan ( mungkin yang terakhir)  Siang telah merampungkan tugasnya menyapa bumi tempat Tita berpijak dengan kehangatan. Kini saatnya malam yg bertugas menyelimuti Tita dan penduduk desa Tana Toa dengan dingin yg mencekam. Tita baru saja tiba dari kota membawa setumpuk rindu kepada desa yg menjadi saksi bagaimana Tita bermetamorfosis dari anak kecil ingusan nan culun menjadi gadis dewasa, manis nan cerdas. Juga rindu kepada pemilik rumah tempat Tita  sedang bermesra dgn damainya senja desa nya, kepada nenek tercinta.  "Ta, ayo masuk nak. Sudah mulai gelap" ajak nenek dari dalam rumah panggung yg sangat sederhana.  "Iyya nek." "Kamu nyalakan sulo dulu" ( pelita yang terbuat dari botol kaca bekas dan sumbu terbuat dari kain yang bisa menyerap minyak tanah) "Iyya nek" Rumah nenek memang tak seperti rumah rumah modern pada umumnya. Dinding dan lantainya terbuat dari rajutan bambu, sementara atap nya terbuat dari daun ke...