Tradisi 25 Ramadhan ( mungkin yang terakhir) Siang telah merampungkan tugasnya menyapa bumi tempat Tita berpijak dengan kehangatan. Kini saatnya malam yg bertugas menyelimuti Tita dan penduduk desa Tana Toa dengan dingin yg mencekam. Tita baru saja tiba dari kota membawa setumpuk rindu kepada desa yg menjadi saksi bagaimana Tita bermetamorfosis dari anak kecil ingusan nan culun menjadi gadis dewasa, manis nan cerdas. Juga rindu kepada pemilik rumah tempat Tita sedang bermesra dgn damainya senja desa nya, kepada nenek tercinta. "Ta, ayo masuk nak. Sudah mulai gelap" ajak nenek dari dalam rumah panggung yg sangat sederhana. "Iyya nek." "Kamu nyalakan sulo dulu" ( pelita yang terbuat dari botol kaca bekas dan sumbu terbuat dari kain yang bisa menyerap minyak tanah) "Iyya nek" Rumah nenek memang tak seperti rumah rumah modern pada umumnya. Dinding dan lantainya terbuat dari rajutan bambu, sementara atap nya terbuat dari daun ke...
Komentar
Posting Komentar